Kesempatan Yang Amat Jarang Terjadi
Ada hal yang paling saya suka dan tunggu-tunggu saat nongkrong di Vihara Dhammacakka Jaya Sunter Jakarta Utara ini, yaitu diadakannya ceramah atau bahasa kerennya Dhamma Talk. Terkadang datang jauh dari Australia, Srilanka, Birma, atau bahkan dari Nepal, bhikku senior yang makin memeriahkan terpuaskannya dahaga kita akan dhamma nan indah. Bukan dhamma ngawur dari mulut bhikku yang cuma “Buddha-Buddhaan” tetapi mereka adalah narator dhamma yang “The Real Buddha”. Mereka adalah para bhikku yang berkelas internasional, amat disayangkan jika yang hadir menonton tidak mengerti bahasa Inggris.
Kali ini adalah bhante Y.M. U Pannathami Sayadaw, beliau adalah kepala pusat meditasi Panditarama Sydney, Australia. Bhante hanya tinggal beberapa hari lagi saja di Indonesia karena ada tugas mengajar di negara lain menunggunya. Sabtu, 8 Desember 2007 itu ruang Narada begitu penuh oleh wajah-wajah maniak meditasi, begitulah kesannya.
Bhante berceramah tentang ucapan Sang Buddha Siddharta Gautama bahwa, adalah kesempatan yang amat jarang terjadi seseorang dapat terlahir sebagai manusia. Oleh karenanya mulailah dengan meditasi vipassana. Meditasi dapat membantu kita terlahir lagi di alam yang berbahagia yaitu alam dewa termasuk alam manusia, “Sugatim Yanti”.
Ada 4 landasan meditasi yaitu konsentrasi penuh pada tubuh, perasaan, kesadaran dan dhamma. Jika kita latih meditasi ini dengan rajin, terus menerus, kita akan meraih pengetahuan batin yang mungkin bisa membantu kita meraih pencerahan sempurna. Pencerahan sempurna ini akan membuat kepercayaan kita pada Buddha, Dhamma dan Sangha tak tergoyahkan atau Saddha yang tak tergoyahkan oleh siapa pun. Inilah ajaran Sang Buddha, ini adalah kesempatan yang sangat jarang bagi seseorang untuk memiliki keyakinan pada Buddha, Dhamma dan Sangha. Seseorang tidak akan dapat duduk di ruangan Narada ini mendengarkan dhamma dengan penuh hormat jika tidak punya tabungan karma baik dari masa lalunya!
Sabbe Sattā Kammayonī
Semua Makhluk Lahir Dari Karmanya Sendiri,
Sabbe Sattā Kammapațisaraņā
Semua Makhluk Terlindung Oleh Karmanya Sendiri
Foto dan tulisan oleh Ching San









